Jam saat ini

Facebook Twitter RSS
 

Rabu, 27 Maret 2013

Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan



                                      TUJUAN DAN FUNGSI LAPORAN KEUANGAN

Informasi akuntansi keuangan menunjukkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan yg digunakan oleh para pemakai sesuai dgn kepentingan masing-masing. Pengertian laporan keuangan menurut PSAK No1 (2004) merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yg lengkap dari laporan laba rugi neraca laporan arus kas laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misal sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana) catatan dan laporan serta materi penjelasan yg merupakan bagian intergral dalam laporan keuangan (Muhammad Yusuf dan Soraya 2004: 100).
Laporan keuangan yg sebenar merupakan produk akhir dari proses atau kegiatan akuntansi dalam satu kesatuan. Proses akuntansi dimulai dari pengumpulan bukti-bukti transaksi yg terjadi sampai pada penyusunan laporan keuangan. Proses akuntansi tersebut harus dilaksanakan menurut cara tertentu yg lazim dan berterima umum serta sesuai dgn standar akuntansi keuangan.
Menurut PSAK (2004) tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukanmanajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
  1. Aktiva
  2. Kewajiban
  3. Ekuitas
  4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
  5. Arus kas
Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.
Jenis-jenis Perusahaan Dan Laporan keuangan
A.       Jenis-Jenis Perusahaan
Perusahaan dapat digolongkan menurut jenis operasi dan badan hukumnya sebagai  berikut ini:
MENURUT OPRASINYA
1.      Perusahan Jasa
Perusahaan jasa tidak menjual produk yang nyata bisa anda pegang atau bawa pulang, tetapi produknya berbentuk pelayanan yang dapat anda nikmati, anda rasakan manfaatnya, dan anda rasakan adanya kepuasan terhadap pelayanan tersbut
Contoh : Garuda indonesia, Telkomsel, Bank BCA
2.      Pabrikan
Perusahaan Pabrikan adalah perusahaan pabrikan yang mengubah input dasar menjadi produk bagi pelanggan.
Contoh : Indofood, Astra Indonesia, Indofarma, Dirgantara Indonesia dll
3.      Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang tidak mengadakan perakitan atau perubahan terhadap produk, tetapi mereka membeli produk jadi untuk dijual kembali tanpa mengubahnya.
Contoh : Hypermart, Carrefour, Supermarket dll.
A.2  Menurut Badan Hukumnya
1.      Perusahaan Perseorangan, adalah perusahaan yang dimiliki oleh seseorang yang mempunyai tanggung jawab penuh terhadap seluruh kekayaaan (aktiva) dan seluruh kewajiban perusahaan.
2.      Persekutuan firma (Fa), adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh dua orang atau lebih yang bersama-sama menjalankan perusahaan dibawah satu nama perusahaan. Para sekutu dalam sebuah firma bertanggung jawab sepenuhnya terhadap utang piutang perusahaan. Persekutuan firma didirikan dengan sebuah surat pernjanjian otentik yang dibuat dihadapan notaris.
3.      Persekutuan Komanditer (CV atau Commanditaire Vennootschap), adalah suatu perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang sekutu-sekutunya terdiri atas sekutu diam/pasif(sekutu komanditer) dan sekutu usaha/aktif (sekutu Komplementer). Sekutu diam adalah sekutu yang tidak turut serta dalam menjalankan perusahaan dan tanggung jawabnya terbatas pada jumlah modal yang diikut sertakanya. Sekutu usaha (sekutu aktif) adalah sekutu yang turut serta dalam menjalankan perusahaan dan bertanggung jawab sepenuhnya dengan kekayaan mereka masing-masing atas utang-piutang perusahaan.
4.      Perseroan Terbatas (PT), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang modalnya terbagi atas saham-saham.
5.      Koperasi, badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
 B.     Pengertian dan guna laporan keuangan
Didalam prinsip-prinsip akuntansi indonesia dieterangkan bahwa laporan keuangan ialah neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampirannya, antara lain laporan sunber  dan penggunaan dana-dana.
Pada umumnya yang menjadi unsur utama dari laporan keuangan terdiri atas neraca, laporan laba rugi yang dilengkapi dengan laporan perubahan modal dan lain-lainya.
I.       Neraca
Neraca adalah laporan mengenai harta, hutang dan modal suatu perusahaan pada saat tertentu yang disusun secara sistematis.
II.    Laporan Laba-Rugi
Yaitu laporan yang menyajikan besarnya pendapatan dan beban selama periode akuntansi tertentu. Dengan demikian akan terlihat besarnya laba atau rugi perusahaan pada periode akuntansi bersangkutan dengan membandingkan jumlah pendapatan dengan beban.
III.  Laporan Perubahan Modal
Dalam laporan ini akan terlihat pertambahan atau pengurangan modal dari awal periode ke akhir periode akuntansi. Laporan ini menyajikan modal awal, investasi tambahan, saldo laba/rugi, pengambilan prive dan modal akhir.
IV. Laporan Aliran Kas
Laporan aliran kas adalah laporan keuangan yang menyediakan informasi mengenai arus kas masuk dan kas keluar dari aktifitas operasi, investasi, dan pendapatan dalam suatu periode akuntansi.
Laopran aliran kas bertujuan :
1.      Penerimaan dan pengeluaran kas suatu entitas selama satu periode akuntansi tertentu, dan
2.      Aktivitas operasi, investasi, dan pendanaannya selama periode akuntansi tersebut
 C.    LAPORAN NERACA
a.      Pengelompokan Pos-pos Neraca (Rill Account)
1.   Aktiva (Asset)
Aktiva adalah semua milik (kekayaan) perusahaan baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang. Pada umumnya aktiva dapat dibagi menjadi lima golongan yaitu : Aktiva Lancar (Current Assets), Investasi Jangka Panjang(Long Term Investment), Aktiva Tetap (Fixed Assed), Aktiva Tidak berwujud (Intangible Assets), Aktiva Lain-lain (Other Asset).
1.1  Aktiva Lancar (Current Asset)
Adalah uang tunai dan aktiva lain yang diharapkan dapat dicairkan menjadi uang tunai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui operasi normal perusahaan. Yang termasuk dalam aktiva lancar adalah sebagai berikut :
§  Kas (Cash) adalah semua uang tunai dan surat berharga yang berfungsi sebagai uang tunai yangdisimpan dibank dan setiap saat dapat diambil.
§  Surat berharga/efek (Marketable Securities) adalah surat berharga berupa saham dan obligasi yang dapat diperjual belikan melalui bursa.
§  Piutang Usaha (Account Receivable) adalah tagihan kepada pihak lain tanpa perjanjian tertulis yang pelunasanya dalam jangka pendek (kurang dari satu tahun).
§  Wesel Tagih (Note receivable) adalah tagihan kepada pihak lain yang disertai perjanjian tertulis yang pelunasannya dalam jangka pendek.
§  Perlengkapan (Office Supplies) adalah barang yang dipergunakan untuk kegiatan perusahaan yang habis terpakai dalam jangka kurang dari satu tahun. Contohnya alat tulis, kertas perangko.
§  Beban dibayar di muka (Prepayment) adalah beban yang telah dikeluarkan tetapi belum diterima manfaatnya atau belum menjadi kewajiban. Contohnya, sewa dibayar dimuka dan bunga dibayar di muka.
§  Pendapatan yang akan diterima adalah pendapatan atas pekerjaan yang telah diselesaikan, tetepi belum diterima pembayarannya.
§  Persediaan barabg dagang (Inventory) adalah barang dagangan yang diperjual-belikan.
1.2  Investasi Jangka Panjang (Longterm Investment)
adalah investasi yang tidak dimaksudkan untuk dicairkan menjadi uang kas dalam operasi normal perusahaan atau dalam waktu satu tahun. Yang termasuk Investasi jangka panjang antara lain : Penanaman Modal dalam Saham, Penanaman Modal dalam Obligasi, Penanaman modal dalam bentuk dana.
1.3  Aktiva Tetap (Fixed Assets) adalahAktiva berwujud yang dipergunakan dalam operasi perusahaan yang mempunyai umur ekonomi lebih dari satu tahun atau yang sifatnya relatif tetap. Yang termasuk golongan aktiva tetap, anatara lain kendaraan, peralatan kantor, mesin-mesin, gedung dan tanah yang digunakan untu lokasi usaha. Aktiva tetap dalam penggunaanya secara bertahap akan menyusut atau berkurang nilai kegunaanya, kecuali tanah.
1.4  Aktiva tidak berwujud (Intangible assets) adalah aktiva yang berupa hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Yang termasuk aktiva tidak berwujud adalah :
§  Hak Paten adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah melalui Direktorat Paten, departemen kehakiman kepada seseoarang atau badan untuk menggunakan penemuan baru. Contohnya, Penemuan Produk dan Formula.
§  Hak Cipta adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah kepada sesorang atau badan untuk memeperbanyak dan menjual hasil karya seni atau intelektual. Contohnya, menulis buku dan mencipta lagu.
§  Hak Merek adalah hak tunggal yang diberikan pemerintah kepada seseorang atau badan untuk menggunakan cap, nama, logo, lambang atau merk usaha.
§  Frinchise (Waralaba) adalah suatu pengaturan perjanjian yang menyatakan seseorang pemilik bisnis (Franchisor) memperbolehkan pemilik bisnis lain (Franchisee) memakai merk dagangannya atau hak ciptanya dalam kondisi tertentu. Contohnya, Mc-Donald’s, KFC, Es-Teller 77 dan Texas Chicken.
§  Goodwill adalah suatu aktiva tak berwujud yang terkait pada suatu perusahaan tertentu sebagai hasil faktor-faktor yang menguntungkan. Seperti lokasi, keunggulan produk, nama baik, dan keahlian manajerial.
1.5  Aktiva Lain-lain (Other Assets) adalah aktiva yang tidak dapat dikelompokkan kedalam kriteria di atas, antara lain mesin yang tidak diapakai atau tanah yang tidak menjadi tempat usaha.
2.      Kewajiban (Liabilities)
Kewajiban adalah keharusan membayar kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentu. Kewajiban dibagi menjadi dua golongan yaitu Kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.
2.1  Kewajiban Lancar (Current Liabilities) adalah kewajiban yang harus dibayar kepada pihak lain dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Yang termasuk kewajiban lancar adalah sebagai berikut :
§  Utang Usaha (Account Payable) adalah hutang jangka pendek yang tidak disertai perjanjian tertulis. Contohnya, transaksi pembelian dengan kredit.
§  Wesel bayar (Note Payable) adalah keajiban jangka pendek yang disertai perjanjian tertulis. Contohnya, mengaksep wesel (mengakui wesel) yang ditarik oleh pihak lain dan menyerahkan promes (surat perjanjian untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada seseorang pada waktu tertentu)
§  Beban yang masih harus dibayar adalah suatu kewajiban yang seharusnya sudah dibayar atau telah menjadi beban, tetapi belum dibayar. Contohnya, upah yang masih harus dibayar dan bunga yang masih harus dibayar.
§  Pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yag belum menjadi hak perusahaan, tetapi sudah diterima pembayarannya. Contohnya, bunga diterima di muka dan sewa . diterima di muka.
2.2  Kewajiban Jangka Panjang (Long-term Liabilities) adalah keharusan membayar kepada pihak lain dalam waktu relatif lama atau lebih dari satu tahun. Bila kewajiban tersebut telah jatuh tempo dan harus dibayar dalam periode satu tahun, maka menjadi kewajiban lancar. Namun, jika tidak dibayar pada waktu jatuh temponya atau diperpanjang jangka pelunasannya, maka kewajiban tersebut akan tetap digolongkan sebagai kewajiban jangka panjang. Yang termasuk dalam kewajiban jangka panjang meliputi, Pinjaman Obligasi dan Utang Hipotek.
§  Obligasi adalah surat bukti utang perusahaan kepada pemegang yang pelunasannya lebih dari satu tahun dengan imbalan jasa berupa bunga.
§  Utang hipotek adalah kewajiban jangka panjang yang disertai dengan jaminan aktiva tetap.
 3.      Ekuitas / Modal ( Equity)
Hak milik bersih pemilik perusahaan atas kekayaan perusahaan disebut modal pemilik. kekayaan perusahaan dikurangi hutang-hutang adalah modal pemilik dalam perusahaan tersebut
b. Bentuk Neraca
Bentuk laporan nerca ada dua, yaitu :
1. Bentuk Horizontal (Bentuk Scontro)
Dalam bentuk ini aktiva di sisi kiri dan, kewajiban dan modal disisi kanan.
2. Bentuk Vertikal (Bentuk Staffel)
Dalam bentuk ini aktiva dicatat paling atas sedang kewajiban dan modal dicatat paling bawah.
Contoh Bentuk Neraca :
http://wakbonop.files.wordpress.com/2012/10/contoh-neraca.jpg?w=640
D.    Laporan Laba – Rugi
a. Pengelompokan Pos-pos Laporan Laba Rugi (Nominal  AccountAccount)
1. Pendapatan
Pendapatan adalah penambahan kotor terhadap ekuitas yang berasl dari kegiatan usaha atau hasil yang diperoleh dari kegiatan perusahaa. Pendapatan diperoleh dari hasil penjualan barang atau jasa yang merupakan usaha pokoknya. Pendapatan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu, Pendapatan Operasional dan Pendapatan Non Operasional.
§  Pendapatan Operasional adalah pendapatan yang diperoleh dari usaha pokok. Contohnya, Pendapatan Servis pada perusahaan jasa reparasi, pendapatan jasa pada perusahaan jasa Salom atau Taxi, dan pendapatan sewa film pada perusahaan persewaan film.
§  Pendapatan Non Operasional adalah pendapatan yang diperoleh diluar usaha pokok. Misalnya, pendapatan bunga, pendapatan komisi, dan laba dari penjualan aktiva.
2. Beban
Beban adalah pengorbanan yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan. Beban dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Beban usaha (Operasional) dan Beban diluar usaha (Non Operasional).
§  Beban usaha (Operating expenses) adalah beban yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil dari usaha pokok perusahaan. Misalnya, beban gaji, beban listrik, beban asuransi beban iklan, beban sewa dan sebagainya.
§  Beban diluar usaha (Non Operating expenses) adalah beban yang dikeluarkan, tetapi tidak ada hubungannya dengan usaha pokok perusahaan. Misalnya beban bunga dan rugi dari penjualan aktiva.
b. Periode Laporan Laba – Rugi
Laporan Laba-Rugi disusun sesuai dengan kebutuhan. Periode laporan laba-rugi dapat 1 bulan, 3 bulan 6 bulan (1 semester), tetapi umumnya laporan laba-rugi disusun untuk satu tahun.
c. Bentuk laporan Laba-Rugi
Bentuk Laporan Laba-Rugi ada dua, yaitu :
1. Bentuk Terklasifikasi (Multiple Step)
Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan kemudian.
2. Bentuk tidak terklasifikasi (Single Step)
Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.
Contoh laporan Laba-rugi :
-          Bentuk Single Step
http://wakbonop.files.wordpress.com/2012/10/contoh-laporan-lr-single-step.jpg?w=640
- Bentuk Multi Step
http://wakbonop.files.wordpress.com/2012/10/contoh-laporan-lr-multiple-step1.jpg?w=640
E.     Laporan Perubahan Modal
Dari laporan perubahan modal dapat dilihat apakah modal perusahaan dari satu tahun ketahun berikutnya :
-    Ada kenaikkan modal sebab investasi tambahan atau karena laba.
-  Ada penurunan modal sebab pengambilan untuk prive atau karena rugi.
Contoh :
http://wakbonop.files.wordpress.com/2012/10/lpm-risma1.jpg?w=640

F.     LAPORAN ALIRAN KAS
http://wakbonop.files.wordpress.com/2012/10/aliran-kas.jpg?w=640


0 komentar:

Poskan Komentar